This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 04 Oktober 2016

#SIP Arsitektur Komputer dan Struktur Kognisi Manusia


Hasil gambar untuk komputer
A. Arsitektur Komputer
Teknologi saat ini berkembang dengan begitu pesat. Kamu pasti pernah melihat beberapa teknologi yang canggih dalam sebuah tayangan kartun, bukan? Tanpa sadar teknologi yang kamu lihat tersebut sudah bisa kamu temukan saat ini. Melihat berbagai perkembangan tersebut, tentunya semua jenis barang elektronik telah bertransformasi menjadi barang yang berkali lipat lebih canggih dari sebelumnya. Misalnya saja komputer.
Arsitektur komputer adalah dapat dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus sebagai suatu seni mengenai cara interkoneksi antara berbagai komponen perangkat keras atau hardware untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang dapat memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan juga target biayanya. Arsitektur komputer ini mengandung 3 (tiga) sub-kategori, diantaranya meliputi:
  • Set intruksi (ISA).
  • Arsitektur mikro dari ISA, dan juga
  • Sistem desain dari semua atau seluruh komponen dalam perangkat keras (hardware) komputer ini.
Arsitektur Komputer yaitu desain komputer yang meliputi:
  • Set instruksi.
  • Komponen hardware (perangkat keras).
  • Organisasi atau susunan sistemnya.
Terdapat 2 (dua) bagian pokok arsitektur komputer:
  • Instructure Set Architecture, adalah spesifikasi yang menentukan bagaimana programmer bahasa mesin berinteraksi dengan komputer.
  • Hardware System Architacture yaitu subsistem hardware (perangkat keras) dasar yaitu CPU, Memori, serta OS.


Komponen-komputer arsitektur komputer dibagi menjadi 4 bagian yaitu :
1. Input
2. Pemroses
3. Penyimpanan
4. Output
Input
Input (Masukan) Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan data atau perintah ke dalam komputer yang berupa signal input atau maintenance input. Di dalam sistem komputer, signal input berupa data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer, sedangkan maintenance input berupa program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan. 
Pemroses
Sebuah komponen komputer yang bekerja untuk mengolah data yang masuk kedalam komputer.
Penyimpanan
Sebuah komponen komputer yang berfungsi untuk menyimpan data baik sementara atau selamanya.
Output
Output (Keluaran) Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hard-copy (ke kertas), soft-copy (ke monitor), ataupun berupa suara.
B. Struktur Kognisi Manusia
Kognisi adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu. Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagai kecerdasan atau inteligensi. Bidang ilmu yang mempelajari kognisi beragam, di antaranya adalah psikologi, filsafat, komunikasi, neurosains, serta kecerdasan buatan.
Sapir dan Whorf (dalam rahmat, 2000) mengemukakan dua hipotesis mengenai keterkaitan antara bahasa dan pikiran, yaitu:
1.Hipotesis pertama adalah Linguistic Relativity Hypothesis yang menyatakan bahwa perbedaan struktur bahasa secara umum paralel dengan perbedaan kognitif nonbahasa (nonlinguistic cognitive). Perbedaan bahasa menyebabkan perbedaan pikiran orang yang menggunakan bahasa tersebut.
2.Hipotesis kedua adalah linguistic determinism yang menyatakan bahwa struktur bahasa mempengaruhi cara individu mempersepsi dan menalar dunia perseptual. Dengan kata lain, struktur kognisi manusia ditentukan oleh kategori dan struktur yang sudah ada dalam bahasa.Untuk memperkuat hipotesisnya Sapir dan Whorf memaparkan beberapa contoh. Salah satu contoh yang dikemukakan adalah kata salju. Whorf mengatakan bahwa sebagian besar manusia memiliki kata yang sama untuk menggambarkansalju. Salju yang baru saja turun dari langit, salju yang sudah mengeras atau salju yang meleleh, semua objek salju itu tetap dinamakan salju. Di samping contoh di atas, hipotesis Sapir dan Whorf didukung oleh beberapa temuan di bidang antropologi. Di bidang tersebut dicontohkan bahwa dua individu yang memiliki kosa kata tentang warna dasar (basic color) yang berbeda akan mengurutkan warna sekunder yang berbeda. Language relativistics melihat bahwa kategori yang ada di dalam bahasa menjadi dasar dalam aktivitas mental seperti kategorisasi, ingatan dan pengambilan keputusan. Jika asumsi ini benar maka studi tentang bahasa mengarah pada perbedaan pikiran yang diakibatkan system tersebut.
Komponen kognitif menurut Rangkuti (2009) terdiri atas keyakinan konsumen terhadap suatu objek. Untuk kebanyakan sikap dari objek, ada beberapa macam keyakinan.

Kelebihan dan kelemahan Arsitektur Komputer :
Kelebihan :
1.      Memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu
2.      Bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user)
3.      Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan
4.      Menggunakan teknologi time sharring
5.      Kecepatan kerja processornya hingga 1GOPS (Giga Operations Per Second)
Kekurangan :
1.      Karena ukurannya yang besar, maka diperlukan ruangan yang besar untuk menyimpannya
2.      Interface dengan pengguna masih menggunakan teks
3.      Membutuhkan daya listrik yang sangat besar
Kelebihan dan kekurangan dari struktur kognisi, yaitu :
Kelebihan :
1. Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas
2. Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar
3. Mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal
Kekurangan :

1. Membutuhkan waktu yang cukup lama
2. Terkadang sulit mengaplikasikannya dikehidupan sehari-hari, karena tergantung individu masing-masing dalam mengoptimalkan cara berpikir mereka.


Sumber :

Rangkuti, F. (2009). Strategi promosi yang kreatif dan analisis kasus integrated marketing communication. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

Minggu, 02 Oktober 2016

#SIP Pengertian Informasi dan Sistem Informasi Psikologi

Hasil gambar untuk informasi

Pengertian Informasi
Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan.  Informasi bisa di katakan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi.
Informasi adalah data yang telah diberi makna melalui konteks. Sebagai contoh, dokumen berbentuk spreadsheet (semisal dari Microsoft Excel) seringkali digunakan untuk membuat informasi dari data yang ada di dalamnya. Laporan laba rugi dan neraca merupakan bentuk informasi, sementara angka-angka di dalamnya merupakan data yang telah diberi konteks sehingga menjadi punya makna dan manfaat.

Fungsi Informasi
  • Meningkatkan pengetahuan atau kemampuan pengguna
  • Mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan
  • Menggambarkan keadaan sesuatu hal atau peristiwa yang terjadi

Ciri-Ciri Informasi
  • Informasi harus Relevan, artinya informasi tersebut harus mempunyai manfaat oleh penggunanya.
  • Informasi harus Akurat, artinya informasi tersebut harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan harus jelas maksud dan tujuannya.
  • Tepat pada waktunya, artinya informasi yang diterima tidak boleh telat.
  • Konsisten, artinya informasi yang diterima harus sesuai dengan data yang sebenarnya dan tidak mengalami perubahan.


Pengertian Sistem Informasi
    Secara umum, pengertian Sistem Informasi adalah adalah suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen pengambilan keputusan/kebijakan dan menjalankan operasional dari kombinasi orang-orang, teknologi informasi dan prosedur-prosedur yang terorganisasi. Sedangkan menurut Robert A. Leitch, pengertian sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Fungsi Sistem Informasi 
  • Untuk meningkatkan aksesiblitas data yang ada secara efektif dan efisien kepada pengguna, tanpa dengan perantara sistem informasi.
  • Memperbaiki produktivitas aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem
  • Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
  • Mengidentifikasi kebutuhan mengenai keterampilan pendukung sistem informasi
  • Mengantisipasi dan memahami akan konsekuensi ekonomi
  • Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi 
  • Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.  

Komponen Sistem Informasi

Komponen-komponen dari sistem informasi adalah sebagai berikut:

1. Komponen input adalah data yang masuk ke dalam sistem informasi 
2. Komponen model adalah kombinasi prosedur, logika dan model matematika yang memproses data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah di tentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3. Komponen output adalah hasil informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem. 
4. Komponen teknologi adalah alat dalam sistem informasi, teknologi digunakan dalam menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output dan memantau pengendalian sistem. 
5. Komponen basis data adalah kumpulan data yang saling berhubungan yang tersimpan di dalam komputer dengan menggunakan software database.
6. Komponen kontrol adalah komponen yang mengendalikan gangguan terhadap sistem informasi.

Pengertian Psikologi
Menurut Chaplin, dalam Dictionary of psychology Psikologi ialah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan. Sedangkan menurut Angell, psikologi adalah semua kesadaran normal atau abnormal, manusia atau binatang, merpakan pokok permasalahan yang dicoba untuk dijelaskan oleh ahli psikologi, dan tidak ada definisi ilmu ini yang sepenuhnya dapat di terima, semua bunyinya kurang lebih sama.

Pengertian Sistem Informasi Psikologi
Sistem informasi psikologi adalah suatu bidang kajian ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara ilmu psikolgi intu sendiri dalam kaitanya dengan penggunaan komputer dan aplikasinya dalam bidang psikologi. Contoh penggunaan sistem informasi psikologi adalah Alat Tes Kepribadian MBTI secara Online. 

Sumber :
Amsyah, Z. (2005). Manajemen system informasi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

Selasa, 27 September 2016

#SIP Etika Menulis Artikel Online


Image result for etika dalam menulis di internet

Meskipun saat bergaul kamu berada di dunia maya, yang diyakini banyak orang sebagai dunia tidak nyata, namun sebaiknya kamu tetap menerapkan aturan-aturan sosial yang persisnya sama dengan kondisi kehidupan nyata. Ingat, Internet adalah publik. Untuk hidup bersosialisasi di masyarakat umum, setidaknya kita harus membuat hubungan baik antar manusia.
Tanpa menerapkan etika dalam berkomunikasi, bukan tak mungkin kamu akan merasa sendirian. Sementara etika itu sendiri menurut Bertens (2003) dapat dilukiskan sebagai : nilai-nilai dan norma moral yang dipakai oleh seseorang atau suatu kelompok sebagai pegangan bagi tingkah lakunya.
Sedangkan dari pandangan Islam pun etika itu sangat penting. Situasi yang kita hadapi saat ini berbeda : umat Islam justru “rame-rame” dengan penuh semangat kembali pada teks, kepada “scripture”, bukan pada visi etis yang melandasi tulisan tersebut. Karena tulisan menjadi sandaran utama dalam visi keagamaan yang dominan.

Beberapa alasan mengenai pentingnya etika dalam dunia maya adalah sebagai berikut:
  • ·         Pengguna internet berasal dari berbagai negara yang memiliki budaya, bahasa, dan adat istiadat berbeda-beda. Pengguna internet merupakan orang-orang yang hidup dalam dunia anonim, yang tidak mengharuskan pernyataan identitas asli dalam berinteraksi.
  • ·    Berbagai fasilitas yang diberikan di internet memungkinkan seseorang untuk bertindak etis karena ada juga "penghuni" dunia maya yang suka iseng dan melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan.
  • ·    Pengguna internet selalu bertambah, yang artinya selalu ada "penghuni" baru yang kurang terbiasa dengan etika yang ada di dunia maya.


Dibawah ini ada etika khusus dalam menulis di internet :
1. Cermat membuat bahasan yang akan ditulis. Bila kamu menuliskan sesuatu, paling tidak ada satu orang yang membaca dan mengingatnya. Karenanya, berhati-hati dalam mengungkapkan pendapat.
2. Tulis kabar terbaru. Buat tulisan yang baru saja agar tidak basi.
3. Tulis hal yang menarik saja. Bila ada banyak artikel yang dirasa penting dalam sehari, pilih beberapa artikel yang dirasa penting saja.
4. Jangan tuliskan hal rahasia. Kita tentunya sudah paham bahwa masalah pribadi seharusnya tidak diungkap secara online.
5. Hindari kata-kata kasar. Jangan pernah menampilkan kata-kata yang kurang sopan ataupun jorok. Bila ingin mengungkapkan sumpah serapah, lebih baik gunakan karakter *#^*%.
6. Hindari penggunaan singkatan. Singkatan khas yang sering digunakan seperti 4 U dan sebagainya, sebaiknya dihindari.
7. Kutip seperlunya. Ketika Anda ingin memberi tanggapan terhadap postingan seseorang dalam satu forum, sebaiknya kutip bagian terpenting atau inti dari hal yang ingin Anda tanggapi saja, buang bagian yang tidak perlu.
8. Hati-hati terhadap informasi / Berita Hoax. Tidak semua berita yang beredar di internet itu benar. Seperti halnya spam, hoax juga merupakan musuh besar bagi para netter.
9. Hindari menyerang pribadi seseorang. Saat dalam situasi debat yang sengit, jangan sekali-kali menjadikan kelemahan pribadi lawan sebagai senjata untuk melawan argumentasinya.
10. Dilarang menghina. Dilarang menghina agama, ras, gender, status sosial, dan sebagainya yang berpotensi menimbulkan debat kusir yang mengarah ke situasi yang emosional.
11. Menghargai karya tulisan orang lain. Apalah arti dari sebuah tulisan yang semua orang bisa membuatnya dengan mengambil dari beberapa sumber. Tapi ingat, tulisan itu merupakan ide, dan sebuah tulisan berati sama dengan menjual ide.
Semoga bermanfaat :) 

Sumber :

-Kusuma, Y. (2009). Pintar twitter. Jakarta : Grasindo
-Abdalla, UA., Ghazali AM., Asyauqanie L. (2009). Metodologi studi Al-Qur’an. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
-Bertens. K. (2003). Keprihatinan moral telaah atas masalah etika. Yogyakarta : KANISIUS

http://www.aceh.online/2016/03/etika-seorang-penulis-dihargai-dan-menghargai-karya-orang-lain.html

Selasa, 12 Januari 2016

Kepuasan Kerja



Judul Jurnal      : Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi Dan Kinerja Karyawan (Studi Empiris Pada Departemen Agama Kabupaten Kendal Dan Departemen Agama Kota Semarang).
Nama Jurnal       : Jurnal Studi Management dan Organisasi
Nomor Jurnal      : 2
Volume Jurnal     : 3
Halaman Jurnal   : 69

PENDAHULUAN
Kepuasan kerja adalah suatu teori atau konsep praktis yang sangat penting. Karena merupakan dampak atau hasil dari keefektivan performance dan kesuksesan dalam bekerja. Kinerja karyawan mengacu pada prestasi kerja karyawan diukur berdasarkan standard atau kriteria yang telah ditetapkan perusahaan. Pengelolaan untuk mencapai kinerja karyawan yang sangat tinggi terutama untuk meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan meliputi strategi organisasi, (nilai tujuan jangka pendek dan jangka panjang, budaya organisasi dan kondisi ekonomi) dan atribut individual antara lain kemampuan dan ketrampilan. Kinerja bisa meningkatkan kepuasan para karyawan dalam organisasi dengan kinerja tinggi daripada organisasi dengan kinerja rendah.

ANALISA
           
            Kepuasan kerja yang rendah pada organisasi adalah rangkaian dari menurunnya pelaksanaan tugas, meningkatnya absensi, dan penurunan moral organisasi.Sedangkan pada tingkat individu, ketidakpuasan kerja , berkaitan dengan keinginan yang besar untuk keluar dari kerja, meningkatnya stress kerja, dan munculnya berbagai masalah psikologis dan fisik. Berdasarkan hasil uji dari Departemen Agama Kota Semarang tentang kepuasan kerja, terbukti bahwa gaya partisipatif dan orientasi prestasi berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja. Hal ini mengandung pengertian bahwa kepuasan dapat ditingkatkan apabila gaya partisipatif dan orientasi prestasi terus ditingkatkan. Kepuasan seseorang karyawan bisa karena pekerjaan yang menantang, ketertarikan terhadap pekerjaan tersebut, tidak melelahkan fisik, adanya penghargaan, kondisi kerja yang mendukung dan faktor-faktor lain yang menciptakan kepuasan kerja karyawan.
            Variabel gaya partisipatif dan orientasi prestasi merupakan variabel yang memiliki pengaruh terbesar dalam hubungannya dengan kinerja karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa gaya partisipatif dan orientasi prestasi sangat mempengaruhi kepuasan kerja. Hasil pengujian ini memperkuat hasil penelitian empiris dari Griffin (1980), Mc Nesse-Smith (1990) yang menyatakan adanya korelasi positif antara sikap pimpinan dan perilaku kepemimpinan dengan kepuasan kerja.

KESIMPULAN

            Tinggi rendahnya kepuasan kerja, komitmen organisasi dan kinerja karyawan yang telah diungkap dalam penelitian ini tidak dapat dipisahkan dari peran yang dimainkan
oleh atasannya, atau perilaku kepemimpinan atasan. Tinggi rendahnya kepuasan kerja, komitmen organisasi dan kinerja karyawan yang telah diungkap dalam penelitian ini tidak dapat dipisahkan dari peran yang dimainkan oleh atasannya, atau perilaku kepemimpinan atasan.

Job Enrichment

Kelompok Pink

Alfiani Nurul

Dira Novie N

Ersa Aulia W

Glaudia Cendi I

Osa Dyahayu

Judul Jurnal : The Impact of Reward Management and Job Enrichment On Job Satisfaction among Employees In The Ogun State Polytechnics (Dampak Manajemen Imbalan dan Pengayaan Pekerjaan Pada Kepuasan Kerja antara Karyawan Dalam Ogun Politeknik)

Nama Jurnal : International Journal of Business and Management Invention

Volume & Issue : Volume 3 & Issue 3

Tahun : March 2014

Penulis : David Olusegun Aninkan

LATAR BELAKANG

Job Enrichment

Job Enrichment didefinisikan sebagai “merancang pekerjaan dengan cara yang meningkatkan kesempatan bagi pekerja untuk mengalami perasaan tanggung jawab, prestasi, pertumbuhan, dan pengakuan”. Job Enrichment adalah perubahan kualitatif untuk pekerjaan yang meningkatkan tingkat otonomi, umpan balik, dan pentingnya pekerjaan, yang memungkinkan pekerja untuk memiliki kontrol yang lebih baik dan umpan balik dalam pengaturan pekerjaan mereka.

Job Satisfaction

Job Satisfaction atau kepuasan kerja sebagai hal yang menyenangkan atau positif emosional negara yang dihasilkan dari penilaian orang-orang yang memiliki pengalaman dalam pekerjaan. Kepuasan kerja sebagai perasaan bahwa pekerja memiliki untuk pekerjaannya.

TUJUAN

Mengingat seluruh ambits manajemen sumber daya manusia, hampir tidak adalah setiap isu yang lebih penting, relevan, dan penting untuk seorang karyawan dari apa yang ia menerima dalam pertukaran untuk tenaga kerja dan jasanya kepada organisasi (Banjoko 2006). Pada hari ini, di antara tugas-tugas manajer adalah untuk menciptakan lingkungan yang memotivasi orang untuk melakukan memuaskan dan menjadi aset yang menguntungkan, sehingga mereka dapat mendorong pertumbuhan organisasi. Kepuasan kerja dan motivasi adalah dua bersaudara yang tak terpisahkan. Motivasi telah digambarkan sebagai akumulasi proses yang berbeda yang mempengaruhi dan mengarahkan perilaku kita untuk mencapai beberapa tujuan tertentu (Baron 1983, seperti dikutip dalam Denmark dan Usman 2010). Ini adalah dinamis seperti di hari ini lingkungan yang secara eksplisit menciptakan dan mencakup dampak positif pada pekerjaan. Motivasi berisi proses-proses psikologis yang menyebabkan arah gairah dan ketekunan dari tindakan sukarela yang tujuan diarahkan (Kreiter dan Kinicki 2004).

METODE PENELITIAN

Sebuah desain penelitian kuantitatif menggunakan survei dipekerjakan dalam penelitian ini. Studi ini meneliti efek dari manajemen reward dan pengayaan pekerjaan terhadap kepuasan kerja. Populasi penelitian terdiri dari semua staf akademik dan non akademik dari Moshood Abiola Politeknik, Abeokuta dengan populasi 693 staf, yang terdiri dari 460 staf akademik non dan 233 staf akademik. Daftar non akademik yang terkandung terutama juni atau staf, sementara daftar akademik murni staf senior.

HASIL PENELITIAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan yang kuat antara berbagai keterampilan yang diberikan karyawan dan tingkat nya kepuasan kerja (r = 0,178, P <029). Ini berarti bahwa sebagai berbagai keterampilan yang tersedia untuk kenaikan karyawan, tingkat kepuasan kerja meningkat. Hipotesis 1 Karena itu diterima sebagai benar bahwa berbagai keterampilan karyawan memainkan peran langsung dalam meningkatkan tingkat kepuasan kerja di tempat kerja. Hipotesis 2 menyatakan bahwa identitas tugas karyawan berkorelasi positif dan signifikan dengan kepuasan kerja. Hasil penelitian menunjukkan positif hubungan seminggu tidak signifikan antara identitas tugas karyawan dan kepuasan kerja, (r = 0,033, P <0,68).

KESIMPULAN

Dilihat dari hasil penelitian, seseorang dapat sampai pada suatu kesimpulan bahwa karyawan di Ogun Politeknik lebih termotivasi oleh apa yang disebut faktor intrinsik Herzberg dari faktor higienis. Ini adalah konfirmasi dari Herzberg dua faktor teori motivasi (Herzberg, 1957-1968). Hal ini juga dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja dengan pekerja negara Ogun Politeknik, tidak berarti hal yang sama seperti komitmen. Ada masalah dengan sistem manajemen pahala politeknik, dan ada kebutuhan untuk review dari sistem reward ada. Pekerjaan di politeknik harus lebih diperkaya dengan membuat pekerjaan lebih menarik terutama bagi dosen. Hal ini dapat dicapai dengan meninjau dan memperbesar ruang lingkup saja individu silabus, menyediakan alat peraga yang relevan dan modern. Juga harus ada pelatihan reguler staf untuk meningkatkan atau di lipatan jumlah keterampilan yang individu menggunakan saat melakukan pekerjaan (yaitu berbagai Skill). Staf harus juga semakin terlibat dalam pengambilan keputusan dan diberikan kebebasan untuk memilih bagaimana dan kapan pekerjaan dilakukan (yaitu otonomi). Hal ini diperlukan terutama di kalangan dosen di lembaga.

Rabu, 06 Januari 2016

MOTIVASI


Nama Jurnal: Jurnal Manajemen dan Organisasi
Judul Jurnal: Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Wilayah Telkom (Witel Bekasi)
Volume: V
Nomor Jurnal: 3
Tanggal Jurnal: Desember 2014
Halaman Jurnal: 201-2013

PENDAHULUAN
Sumber daya manusia (SDM) penting bagi perusahaan karena memiliki peran sebagai potensi penggerak seluruh aktivitas perusahaan. Perusahaan yang memiliki SDM yang berkualitas dapat dengan mudah mengintegrasikan visi perusahaan dengan tujuan perusahaan kepada karyawannya sehingga pencapaian tujuan perusahaan bisa tercapai. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Telkom Jabar Barat Utara (Witel Bekasi) dengan menggunakan motivasi kerja sebagai variabel independen dan kinerja sebagai variabel dependen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh motivasi kerja yang terdiri dari kebutuhan prestasi, kebutuhan afiliasi dan kebutuhan kekuasaan terhadap kinerja karyawan Witel Bekasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan kausal. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis regresi linier berganda, uji hipotesis secara simultan (uji F), uji hipotesis secara parsial (uji t), dan koefisien determinasi. Teknik sampel yang digunakan adalah salah satu cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam meningkatkan kualitas kinerja adalah dengan memberikan perhatian berupa motivasi kerja kepada karyawannya. Selain itu, hal terpenting yang harus dilakukan oleh perusahaan adalah bagaimana karyawan dapat menikmati pekerjaannya sehingga karyawan dapat mengerjakan perkerjaannya tanpa ada tekanan. Berdasarkan hasil penelitian Suwardi dan Utomo (2011), Hamid (2012), Murti dan Veronika (2013), serta Permanasari (2013) ditemukan bahwa motivasi kerja secara signifikan memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Penelitian lain yang dilakukan oleh Salleh et al. (2011) serta penelitian dari Susan et al. (2012) juga menyatakan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan pada kinerja karyawan.
Dengan memiliki SDM yang unggul, perusahaan akan lebih mudah bersaing dalam dunia bisnis saat ini yang sudah mulai memasuki era globalisasi. Pada era globalisasi ini persaingan bisnis akan semakin ketat, karena tidak hanya bersaing dengan produk lokal saja tetapi juga dengan produk mancanegara yang diimpor ke dalam negeri. Persaingan bisnis ini juga berpengaruh pada industri telekomunikasi. Perusahaan telekomunikasi di Indonesia saat ini sudah semakin banyak, seperti PT. Telkom Indonesia, Tbk, PT. Indosat, Tbk, PT. XL Axiata, Tbk dan sebagainya. PT. Telkom Indonesia, Tbk sebagai perusahaan penyelenggara layanan telekomunikasi dan jaringan terbesar di Indonesia memiliki produk dan layanan yang beragam dan berhasil.

ANALISIS
Analisis dari jurnal ini adalah karyawan di PT Telkom Indonesia Tbk mendapatkan motivasi untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut. Pencapaian tersebut dilakukan dengan menerapkan teori motivasi McClelland yaitu pertama kebutuhan prestasi yang meliputi inovasi, kreativitas, umpan balik, tantangan, semangat kerja; kedua kebutuhan afiliasi yang meliputi sosialisasi, hubungan antar pribadi, persahabatan; ketiga kebutuhan kekuasaan meliputi kompetisi, wewenang, kedudukan. Kebutuhan prestasi dapat terpenuhi dilihat dari bagaimana karyawan PT Telkom Indonesia Tbk menciptakan inovasi baru yang dapat dipergunakan dalam pencapaian target perusaahaan beriringan dengan kreativitas tentang bagaimana karyawan tersebut merealisasikan inovasi tersebut dengan umpan balik yang positif dan memberikan dampak positif bagi perusahaan seberat apapun tantangannya tidak akan terasa sulit bila karyawan memiliki semangat kerja yang tinggi dalam pencapaiannya. Kemudian kebutuhan afiliasi dapat terpenihi dilihat dari bagaimana karyawan bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Terakhir kebutuhan kekuasaan dapat terpenuhi dilihat dari bagaimana cara karyawan berlomba-lomba untuk mencapai tujuan atau target perusahaan dengan caranya masing-masing dengan motivasi yang mereka miliki.



KESIMPULAN

Variabel motivasi kerja pada penelitian ini terdiri dari tiga variabel, yaitu Kebutuhan Prestasi (X1), Kebutuhan Afiliasi (X2) dan Kebutuhan Kekuasaan (X3). Berdasarkan hasil penelitian, variabel motivasi kerja secara simultan dan parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Witel Bekasi. Variabel kebutuhan afiliasi memiliki pengaruh yang paling besar terhadap kinerja yang dihasilkan oleh karyawan. Hal ini berarti bahwa semakin besar motivasi akan kebutuhan afiliasi yang terpenuhi maka akan semakin besar pula kualitas kinerja yag dihasilkan oleh karyawan Witel Bekasi. Variabel kebutuhan prestasi memiliki pengaruh terbesar kedua terhadap kinerja karyawan, hal ini berarti bahwa semakin tinggi motivasi karyawan akan kebutuhan berprestasi maka semakin tinggi pula kinerja yang akan dihasilkan oleh karyawan Witel Bekasi. Variabel kebutuhan kekuasaan memiliki pengaruh yang paling kecil terhadap kinerja karyawan, artinya karyawan Witel Bekasi tidak terlalu memerlukan motivasi kebutuhan kekuasaan untuk menghasilkan kinerja yang baik.