This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 17 April 2014

Perkembangan Seksual dan Aseksual

Dalam ilmu biologi, terdapat 2 cara bereproduksi pada makhluk hidup, yaitu Seksual (Generatif) dan Aseksual (Vegetatif).


1) Seksual (Generatif)
    
    Adalah suatu proses reproduksi yang melibatkan dua individu, biasanya memiliki jenis kelamin yang berbeda. Pada organisme tingkat tinggi, terjadi pertemuan antara dua gamet, yaitu gamet jantan (spermatozoa) dan gamet betina (sel telur). kedua macam gamet ini dibedakan mulai dari bentuk, ukuran,  dan kelakuannya. kondisi gamet yang berbeda ini disebutHeterogamet.
    Peleburan dua macam gamet tersebut disebut singami. Peristiwa singami didahului dengan peristiwa fertilisasi (pembuahan) yaitu pertemuan sperma dengan sel telur.
    Pada organisme sederhana tidak dapat dibedakan gamet jantan dan gamet betina karena keduanya sama, dan disebut isogamet. Bila salah satu lebih besar dari lainnya disebutanisogamet. 
    Contoh yang sederhana saja, kita sebagai manusia merupakan organisme kompleks yang melakukan reproduksi seksual, sementara organisme yang sederhana, kebanyakan dari mereka melakukan reproduksi dengan aseksual.

2) Aseksual (Vegetatif)
    adalah cara repoduksi makhluk hidup secara aseksual (tanpa adanya peleburan antara sel kelamin jantan dan betina). Reproduksi aseksual ini terbagi menjadi dua, yaitu vegetatif alami dan vegetatif buatan. 
   a) Vegetatif Alami
  • Fisi : Terjadi pada organisme bersel satu, organisme ini akan terbelah menjadi dua bagian yang sama contoh : - Pembelahan sel bakteri dan plasmodium (repoduksi dengan fisi ganda, inti sel membelah berulang kali dan kemudian setiap anak inti dikelilingi sitoplasma), proses ini disebut skizogoni
    •                                                

      • Propagasi Vegetatif : Propagasi vegetatif ini diberikan untuk tumbuhan berbiji. Proses ini adalah bila bagian tubuh tanaman terpisah, maka bagian tersebut akan tumbuh menjadi satu/lebih tanaman baru.
      • Contoh :
            • Stolon : adalah batang yang menjalar di atas tanah. di sepanjang stolon dapat tumbuh tunas liar, dan tunas tersebut dapat dijadikan menjadi anakan tanaman. (Contoh : rumput teki, rumput gajah dan strawberry)


      Sumber :
      http://iffahufairohpsikolog.blogspot.com

Perbedaan Teori Abiogenesis dan Biogenesis

Apa perbedaan antara teori abiogenesis dan biogenesis?


TEORI ABIOGENESIS terjadi begitu saja atau secara spontan. Oleh sebab itu, paham atau teori abiogenesis ini disebut juga paham generation spontaneae. 

Jadi, kalau pengertian abiogenesis dan generation spontanea kita gabungkan, maka pendapat paham tersebut adalah makhluk hidup yang pertama kali di bumi tersebut dari benda mati / tak hidup yang terkjadinya secara spontan,kalau biogenesis berarti kebalikannya karena menganggap bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup yang sudah ada sebelumnya.

Teori yang dikemukakan  Aristoteles ini menyatakan bahwa makhluk hidup tercipta dari benda tidak hidup yang berlangsung secara spontan (generatio spontanea). Misalnya cacing dari tanah, 
ikan dari lumpur, dan sebagainya. Teori ini dianut oleh banyak orang selama beberapa 
aba



Sumber : declowdy.blogspot.com

Selasa, 08 April 2014

Alam Semesta

Alam semesta merupakan sebuah daerah yang sangat besar, terisi dengan berbagai komponen yang bisa mengejutkan kita, termasuk hal-hal yang jauh dari bayangan kita. Isi alam semesta sendiri cukup beragam, bukan hanya apa yang bisa terlihat. Dari yang terdeteksi, ternyata alam semesta ini 5% terdiri dari materi (atom yang membentuk bintang, gas, debu, dan planet). Dan ada 25 % dari alam semesta yang terisi oleh materi gelap, partikel baru yang bahkan beum bisa dideteksi oleh laboratorium manapun di bumi ini. Sementara 70% alam semesta diisi oleh energi gelap, yang terdistribusi merata dan energi ini pun masih menjadi sbeuah misteri yang tak terpecahkan bagi dunia sains.Kita tahu bumi masuk kedalam galaxy bima sakti,matahari sebagai pusat dari galaxy. Matahari di kelilingi oleh planet-planet , komet , dan milyaran asteroide ( planet kerdil )yang semua itu terus berputar . Menurut para ilmuwan matahari sebagai pusat alam semesta karena semua benda-benda angkasa berputar mengelilingi matahari.



Dari sini, saya akan memaparkan sedikit dari sekian banyak materi yang ada di alam semesta ini, di antaranya :
 
1.      Galaksi
Banyak macam-macam galaksi yang ada di alam semesta ini, akan tetapi hanya dua galaksi yang akan disampaikan dalam makalah ini, di antaranya[2]:
a.       Galaksi Bimasakti
Galaksi bimasakti adalah galaksi spiral besar yang termasuk dalam tipe Hubble SBbc. Total massa dari galaksi ini sekitar 1012 massa matahari, yang memiliki 200-400 miliar bintang dengan diameter 100.000 tahun cahaya dan ketebalan 1000 tahun cahaya. Jarak antara matahari dan pusat galaksi diperkirakan 27.700 tahun cahaya. Di dalam galaksi bima sakti terdapat sistem Tata Surya, yang di dalamnya terdapat planet Bumi tempat kita tinggal. Diduga di pusat galaksi bersemayam lubang hitam supermasif atau yang sering disebut dengan black hole.
b.      Galaksi Andromeda
Galaksi Andromeda adalah salah satu galaksi di luar galaksi Bima Sakti yang dapat dilihat dengan mata telanjang, asalkan dilihat pada malam yang cerah, tanpa bulan dan tanpa polusi cahaya. Andromeda memiliki nama lain Messier 31, M31, atau NGC 224. Strukturnya mirip dengan galaksi Bima Sakti yaitu berbentuk spiral. Jaraknya sekitar 2,5 juta tahun cahaya. Letaknya di langit adalah di belahan langit utara, sekitar 41 derajat di sebelah utara khatulistiwa langit. Galaksi ini baik diamati sekitar bulan September, Oktober, November. Dengan mata telanjang, galaksi ini nampak seperti kabut tipis kecil di langit utara, tapi jika diamati dengan teropong yang dapat menampakkan bintang-bintang redup di tepian galaksi Andromeda. Galaksi ini berisi sekitar 1 triliun bintang. Saat ini galaksi Andromeda bergerak mendekati Bima Sakti dengan kecepatan sekitar 533,33 km/detik dan diperkirakan 2 milyar tahun kemudian kedua galaksi ini akan saling bertabrakan.
2.      Asteroid
Alam semesta memiliki banyak asteroid, di antaranya :[3]
a.       Ceres
Asteroid terbesar saat ini adalah Ceres. Massa asteroid ini setara
dengan sepertiga massa sabuk asteroid. Karena sangat besar, obyek ini memiliki kekuatan gravitasi untuk menarik dirinya sendiri. Ceres juga disebut sebagai ‘planet kerdil’ layaknya Pluto. Setelah menengok asteroid Vesta, Dawn akan berkunjung ke Ceres yang diperkirakan sampai pada 2015 untuk mempelajari komposisinya serta mencari tahu kemungkinan adanya cairan di bawah permukaannya.
b.      Baptistina
Baptistina merupakan nama salah satu keluarga termuda asteroid di sabuk asteroid. Menurut model komputer, asteroid ini muncul 160 juta tahun silam dengan ukuran diameter 60km dan 170km. Salah satu batu ini menghantam Bumi 65 juta tahun silam dan membantu kepunahan dinosaurus. Sisa hantaman asteroid ini terkubur di semenanjung Yucatan dan Teluk Meksiko.
c.       Kleopatra
Percaya atau tidak, banyak asteroid yang memiliki bulan, bahkan beberapa di antaranya memiliki dua satelit. Salah satunya adalah Kleopatra yang memiliki dua bulan bernama Alexhelios dan Cleoselene. Asteroid metalik ini memiliki bentuk yang tak lazim, yakni tulang anjing, dengan ukuran panjang, tinggi dan lebar 217x94x81 kilometer. Sedangkan bulan-bulan asteroid ini memiliki ukuran diameter 5 km dan 3 km.
d.      Themis
Asteroid besar ini menjadi benda langit pertama yang diketahui memiliki es di permukaannya. Pada tahun 2009, penyelidikan menggunakan cahaya inframerah memastikan keberadaan es serta karbon atau molekul organik. Karakteristik ini membuat Themis menjadi kandidat kuat penghantar air dan karbon pada permukaan Bumi muda yang panas dan kering, empat miliar tahun silam.
3.      Bintang
Ada beberapa versi pengklasifikasian bintang, berikut pengklasifikasian bintang menurut Angelo Secchi (1863): [4]
a.       Kelas Spektra O
Berwarna biru, temperatur > 30.000 K, garis-garis He terionisasi, garis N terionisasi 2x, garis Si terionisasi 3x, garis H tampak tapi lemah.
Contoh bintang : Alnitak, Bintang 10 Lacerta
b.      Kelas Spektra B
Berwarna biru, temperatur 11.000 – 30.000 K, garis He netral, garis Si terionisasi 1 atau 2 x, garis O terionisasi, garis H tampak lebih jelas ketimbang kelas O.
Contoh bintang : Rigel, Spica.
c.       Kelas Spektra A
Berwarna biru, temperatur 7.500 – 11.000 K, garis H sangat kuat, garis Mg, Si, Fe, dan Ca terionisasi 1x, garis logam netral tampak lemah.
Contoh bintang : Sirius, Vega
d.      Kelas Spektra F
Berwarna biru keputih-putihan, temperatur 6.000 – 7.500 K, garis H lebih lemah dari kelas A, garis Ca, Fe, Cr terionisasi 1x, garis Fe dan Cr netral. Contoh bintang : Canopus, Procyon.
e.       Kelas spectra G
Berwarna putih kekuning-kuningan, temperatur 5.000 – 6.000 K, garis H lebih lemah, garis Ca terionisasi, pita molekul G-Band sangat kuat.
Contoh bintang : Capella, Matahari.
f.       Kelas spectra K
Berwarna jingga kemerah-merahan, temperatur 3.500 – 5.000 K, garis H sangat lemah, garis logam netral mendominasi, Pita Titanium Oksida tampak.
Contoh bintang : Arcturus, Aldebaran.
g.      Kelas spectra M
Berwarna merah, temperature 2.500 – 3.000 K, pita molekul Titanium Oksida sangat mendominasi, garis logam netral tampak dengan jelas..
Contoh bintang : Betelgeuse, Antares.
4.      Komet
Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk lonjong atau parabolis. Komet berasal dari bahasa Yunani, yang artinya rambut panjang. Komet terdiri dari kumpulan debu dan gas yang membeku pada saat berada jauh dari matahari. Ketika mendekati matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala gas dan ekor. Komet juga mengelilingi matahari, sehingga termasuk dalam sistem tata surya. Komet merupakan gas pijar dengan garis edar yang berbeda-beda. Panjang komet dapat mencapai jutaan km. Beberapa komet menempuh jarak lebih jauh di luar angkasa daripada planet. Komet membutuhkan ribuan tahun untuk menyelesaikan satu kali mengorbit matahari. Kita sering menyebut komet sebagai bintang berekor. Sebetulnya pernyataan bintang disini tidak tepat karena komet terbentuk dari es dan debu. Bagian-bagian komet terdiri dari inti, koma, awan hidrogen, dan ekor. Inti komet adalah sebongkah batu dan salju. Ekor komet arahnya selalu menjauh dari matahari. Bagian ekor suatu komet terdiri dari dua macam, yaitu ekor debu dan ekor gas. Bentuk ekor debu tampak berbentuk lengkungan, sedangkan ekor gas berbentuk lurus. Koma atau ekor komet tercipta saat mendekati matahari yaitu ketika sebagian inti meleleh menjadi gas. Angin matahari kemudian meniup gas tersebut sehingga menyerupai asap yang mengepul ke arah belakang kepala komet. Ekor inilah yang terlihat bersinar dari bumi. Sebuah komet kadang mempunyai satu ekor dan ada yang dua atau lebih
Berdasarkan bentuk dan panjang lintasannya, komet dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:[5]
a.        Komet berekor panjang, yaitu komet dengan garis lintasannya sangat jauh melalui daerah-daerah yang sangat dingin di angkasa sehingga berkesempatan menyerap gas-gas daerah yang dilaluinya. Ketika mendekati matahari, komet tersebut melepaskan  gas sehingga membentuk koma dan ekor yang sangat panjang. Contohnya, komet Kohoutek yang melintas dekat matahari setiap 75.000 tahun sekali dan komet Halley setiap 76 tahun sekali.
b.      Komet berekor pendek, yaitu komet dengan garis lintasannya sangat pendek sehingga kurang memiliki kesempatan untuk menyerap gas di daerah yang dilaluinya. Ketika mendekati matahari, komet tersebut melepaskan gas yang sangat sedikit sehingga hanya membentuk koma dan ekor yang sangat pendek bahkan hampir tidak berekor. Contohnya komet Encke yang melintas mendekati matahari setiap 3,3 tahun sekali.



Langkah-langkah Metode Ilmiah

Langkah-Langkah Metode Ilmiah

Karena metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan berencana, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan secara urut dalam pelaksanaannya. Setiap langkah atau tahapan dilaksanakan secara terkontrol dan terjaga. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:
  1. Merumuskan masalah.
  2. Merumuskan hipotesis.
  3. Mengumpulkan data.
  4. Menguji hipotesis.
  5. Merumuskan kesimpulan.

Merumuskan Masalah

Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului dengan kesadaran akan adanya masalah. Permasalahan ini kemudian harus dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya. Dengan penggunaan kalimat tanya diharapkan akan memudahkan orang yang melakukan metode ilmiah untuk mengumpulkan data yang dibutuhkannya, menganalisis data tersebut, kemudian menyimpulkannya.Permusan masalah adalah sebuah keharusan. Bagaimana mungkin memecahkan sebuah permasalahan dengan mencari jawabannya bila masalahnya sendiri belum dirumuskan?

Merumuskan Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang masih memerlukan pembuktian berdasarkan data yang telah dianalisis. Dalam metode ilmiah dan proses berpikir ilmiah, perumusan hipotesis sangat penting. Rumusan hipotesis yang jelas dapat memabntu mengarahkan pada proses selanjutnya dalam metode ilmiah. Seringkali pada saat melakukan penelitian, seorang peneliti merasa semua data sangat penting. Oleh karena itu melalui rumusan hipotesis yang baik akan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data yang benar-benar dibutuhkannya. Hal ini dikarenakan berpikir ilmiah dilakukan hanya untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan.

Mengumpulkan Data

Pengumpulan data merupakan tahapan yang agak berbeda dari tahapan-tahapan sebelumnya dalam metode ilmiah. Pengumpulan data dilakukan di lapangan. Seorang peneliti yang sedang menerapkan metode ilmiah perlu mengumpulkan data berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskannya. Pengumpulan data memiliki peran penting dalam metode ilmiah, sebab berkaitan dengan pengujian hipotesis. Diterima atau ditolaknya sebuah hipotesis akan bergantung pada data yang dikumpulkan.

Menguji Hipotesis

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa hipotesis adalah jawaban sementaradari suatu permasalahan yang telah diajukan. Berpikir ilmiah pada hakekatnya merupakan sebuah proses pengujian hipotesis. Dalam kegiatan atau langkah menguji hipotesis, peneliti tidak membenarkan atau menyalahkan hipotesis, namun menerima atau menolak hipotesis tersebut. Karena itu, sebelum pengujian hipotesis dilakukan, peneliti harus terlebih dahulu menetapkan taraf signifikansinya. Semakin tinggi taraf signifikansi yang tetapkan maka akan semakin tinggi pula derjat kepercayaan terhadap hasil suatu penelitian.Hal ini dimaklumi karena taraf signifikansi berhubungan dengan ambang batas kesalahan suatu pengujian hipotesis itu sendiri.

Merumuskan Kesimpulan

Langkah paling akhir dalam berpikir ilmiah pada sebuah metode ilmiah adalah kegiatan perumusan kesimpulan. Rumusan simpulan harus bersesuaian dengan masalah yang telah diajukan sebelumnya. Kesimpulan atau simpulan ditulis dalam bentuk kalimat deklaratif secara singkat tetapi jelas. Harus dihindarkan untuk menulis data-data yang tidak relevan dengan masalah yang diajukan, walaupun dianggap cukup penting. Ini perlu ditekankan karena banyak peneliti terkecoh dengan temuan yang dianggapnya penting, walaupun pada hakikatnya tidak relevan dengan rumusan masalah yang diajukannya.

Metode Ilmiah

Pengertian Metode Ilmiah

Metode ilmiah atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai scientific method adalah proses berpikir untuk memecahkan masalah secara sistematis,empiris, dan terkontrol.

Metode ilmiah merupakan proses berpikir untuk memecahkan masalah

Metode ilmiah berangkat dari suatu permasalahan yang perlu dicari jawaban atau pemecahannya. Proses berpikir ilmiah dalam metode ilmiah tidak berangkat dari sebuah asumsi, atau simpulan, bukan pula berdasarkan  data atau fakta khusus. Proses berpikir untuk memecahkan masalah lebih berdasar kepada masalah nyata. Untuk memulai suatu metode ilmiah, maka dengan demikian pertama-tama harus dirumuskan masalah apa yang sedang dihadapi dan sedang dicari pemecahannya. Rumusan permasalahan ini akan menuntun proses selanjutnya.

Pada Metode Ilmiah, proses berpikir dilakukan secara sistematis

Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara sistematis dengan bertahap, tidak zig-zag. Proses berpikir yang sistematis ini dimulai dengan kesadaran akan adanya masalah hingga terbentuk sebuah kesimpulan. Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan sesuai langkah-langkah metode ilmiah secara sistematis dan berurutan.

Metode ilmiah didasarkan pada data empiris

Setiap metode ilmiah selalu disandarkan pada data empiris. maksudnya adalah, bahwa masalah yang hendak ditemukan pemecahannya atau jawabannya itu harus tersedia datanya, yang diperoleh dari hasil pengukuran secara objektif. Ada atau tidak tersedia data empiris merupakan salah satu kriteria penting dalam metode ilmiah. Apabila sebuah masalah dirumuskan lalu dikaji tanpa data empiris, maka itu bukanlah sebuah bentuk metode ilmiah.

Pada metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara terkontrol

Di saat melaksanakan metode ilmiah, proses berpikir dilaksanakan secara terkontrol. Maksudnya terkontrol disini adalah, dalam berpikir secara ilmiah itu dilakukan secara sadar dan terjaga, jadi apabila ada orang lain yang juga ingin membuktikan kebenarannya dapat dilakukan seperti apa adanya. Seseorang yang berpikir ilmiah tidak melakukannya dalam keadaan berkhayal atau bermimpi, akan tetapi dilakukan secara sadar dan terkontrol.

Perkembangan Alam Pikiran Manusia

Perkembangan Sikap dan Pikiran Manusia
Bila dibandingkan dengan hewan, maka tubuh manusia lemah, sedangkan rohaninya, yaitu akal budi dan kemauannya sangat kuat. Manusia tidak dapat terbang seperti burung, tidak dapat berenang secepat buaya, tidak mampu mengangkat benda berat seperti gajah, dan sebagainya, tetapi dengan akal budinya dan kemauannya, manusia dapat menjadi makhluk yang lebih dari makhluk lain. Kelebihan manusia itu karena memiliki akal budi dan kemauan yang keras sehingga dapat mengendalikan jasmaninya.
Manusia sebagai makhluk berpikir dibekali hasrat ingin tahu tentang benda dan peristiwa yang terjadi di sekitarnya termasuk juga ingin tahu tentang dirinya sendiri. Rasa ingin tahu inilah mendorong manusia untuk memahami dan menjelaskan gejala-gejala alam, baik alam besar (makrokosmos) mapun alam kecil (mikrokosmos), serta berusaha memecahkan masalah yang dihadapi. Dorongan rasa ingin tahu dan usaha untuk memahami dan memecahkan masalah yang dihadapi, menyebabkan manusia dapat mengumpulkan pengetahuan.
Rasa ingin tahu yang terdapat pada manusia ini menyebabkan pengetahuan mereka menjadi berkembang. Setiap hari mereka berhubungan dan mengamati benda-benda dan peristiwa-peristiwa yang terjadi dialam sekitarnya. Pengamatan-pengamatan yang ditangkap melalui panca indera-nya merupakan objek rasa ingin tahunya. Manusia tidak akan merasa puas jika belum memperoleh jawaban mengenai hal-hal yang diamatinya. Mereka berusaha mencari jawabannya dan untuk itu mereka harus berpikir. Rasa ingin tahunya terus berlanjut. Bukan hanya “apa”-nya saja yang ingin diketahui jawabannya, tetapi juga jawaban dari “bagaimana” dan kemudian berlanjut “mengapa” tentang hal-hal yang bersangkutan dengan benda-benda dan peristiwa-peristiwa yang diamatinya. 
Jadi,kesimpulannya adalah ilmu pengetahuan bermula dari rasa ingin tahu. Hewan juga mempunyai “rasa ingin tahu” akan tetapi tidak berkembang atau disebut “idle curiousity” atau “instinct.” Segala aktivitasnya didorong oleh instink itu dengan tujuan untuk melestarikan hidupnya. Untuk itulah mereka mencari makan, melindungi diri dan berkembang biak.
Manusia mempunyai rasa ingin tahu yang berkembang. Akumulasi dari segala yang mereka dapat dari usahanya mendapatkan jawaban dari keingintahuannya itu merupakan “pengetahuan”-nya. Pengetahuan manusia selalu berkembang. Ia selalu tidak puas dengan fakta tetapi ingin tahu juga tentang “apa,” “bagaimana” dan “mengapa” demikian.
Berlandaskan pada pengetahuan tentang beberapa rahasia alam yang diperolehnya, manusia kemudian berusaha untuk menguasai dan memanfaatkan pengetahuannya untuk memperbaiki kualitas dan pemenuhan kebutuhan hidupnya.
Manusia secara alamiah, dari zaman purba sampai zaman dewasa sekarang  memiliki rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu tersebut menyebabkan manusia menyelidiki persoalan-persolan yang akan menghasilkan jawaban. Demikianlah pikiran manusia berkembang dari pikiran primitif sampai kepikiran yang modern.
Dengan adanya ilmu pengetahuan dan rasa ingin tahu pada diri manusia, maka diharapkan setiap individu mengembangkan rasa ingin tahu tersebut menjadi penelitian-penelitian yang akan menghasilkan penemuan-penemuan yang berguna bagi ilmu pengetahuan.
 

Sabtu, 11 Januari 2014

Saat Ibu ke Pasar



SAAT IBU DI PASAR


“Duh, Ibu lama sekali di pasar…” keluh Arka. Ia sudah selesai menggunting rumput di halaman. Hari ini, Ibu berjanji akan mengajarinya cara mencangkok pohon. “Spada…spadaaa…” Tiba-tiba terdengar suara perempuan dari arah pagar. Seorang perempuan kurus,kecil,dan berambut ikal.Tangan kirinya memegang dua bendera kecil.,terbuat dari plastik. “Siapa ya?” pikir Arka. Ia belum pernah melihat perempuan ini. Arka berjalan mendekati pagar. “Cari siapa?” Tanya Arka ke perempuan itu.
Perempuan itu tidak menjawab. Ia mendorong pintu pagar yang dibuka setengah oleh Arka. Ia berjalan kea rah kursi teras dan berdiri di sampingnya. Arka heran melihat perempuan ini. Ia piker perempuan ini akan duduk, ternyata hanya berdiri. “silahkan duduk,Tante”.Perempuan itu duduk sambil melambai-lambaikan bendera plastik. “Tante siapa?” tanya Arka lagi. Tamu itu hanya tersenyum manis.
 “Tante teman Ibu?” tanya Arka lagi. Kali ini,tamu itu mengagguk-angguk. “Tumben, Ibu punya teman yang suaranya minimalis” piker Arka. Semua teman Ibu yang Arka kenal,senang bercerita. Diperhatikannya perempuan itu dengan seksama. Satu hal yang paling menonjol dari perempuan ini adalah cara berpakaiannya yang semarak. Blus berwarna merah terang dipadu dengan rok semata kaki berwarna putih. Di punggungnya terdapat dua lambing partai politik. Sepatunya berwarna merah dan ada dua garis putih menyilang di sisi kiri dan kanan. Kaos kakinya juga berwarna putih.
“Dari jauh,pasti seperti bendera turun dari tiang” pikir Arka sambil tersenyum. “ehem,hm….” Perempuan itu menunjuk ke tenggorokannya. “Maaf. Sebentar Tante,” kata Arka. Ia merasa bersalah karena lupa mengambilkan air minum. Dengan cepat Arka mengambilkan dua gelas air sirup digin, satu untuk tamu dan satu lagi untuk dirinya.
Tamu itu tertawa melihat Arka datang dengan dua gelas sirup. “Pasti dia haus sekali” piker Arka. Tamu itu mengambil gelas yang baru diletakkan Arka dan menegak habis isi gelas. Kemudian, gelas yang sudah kosong diletakkan dibawah kursi. “Kenapa gelas kosongnya diletakkan dibawah kursi? Seperti lagi di acara kondangan saja,” pikir Arka.
Tamu itu berdiri dan mengibas-ngibaskan rok panjangnya. Berputar-putar. Ujung rok itu mengenai gelas yang diletakkan di lantai. Gelas itu terguling di lantai. Tamu itu tertawa. Khawatir pecah, Arka mengambil gelas itu dan meletakkannya di atas meja. Tamu itu melihat Arka sambil membelalakkan mata “Hei!” hardiknya keras.




Arka kaget. Raut muka tamu itu menakutkan. Arka menunduk. “Ibu kenapa lama sekali sih?” pikir Arka. Tiba-tiba,tamu itu tertawa ramah. Arka mengangkat muka dan tersenyum. “Ah,Tante bikin kaget saja,” kata Arka. Tamu itu tertawa ramah lagi. “Permisi…..” Arka melihat ke arah pagar. Disana ada sepasang laki-laki dan perempuan. Arka ingat. Mereka adalah Bapak dan Ibu Tigor,tetangga ujung jalan yang baru pindah minggu lalu.
“Silahkan masuk…..” kata Arka. “ Kami mau menjemput Kak Lala,” kata Bu Tigor sambil menunjuk ke arah tamu yang sedang duduk di teras. “Oh, Ibu kenal dia? Dia teman Ibuku” kata Arka. Bu Tigor menggeleng. “Dia saudara kami yang baru datang dari Manado. Dia sedang sakit” jelas Bu Tigor. “Sakit apa?” tanya Arka heran. Setahunya,orang sakit tidak akan kuat berjalan-jalan.
“Dia sedang stress. Jadi,dia lupa sekelilingnya” kata Pak Tigor sambil menggandeng tamu tadi untuk diajak pulang. Ketika sampai di pintu pagar,tamu tadi tersenyum manis kepada Arka dan berkata “Terima kasih”. “Sama-sama” jawab Arka sambil berlari ke dalam rumah. Arka menyesal telah membukakan pintu untuk orang yang tidak dikenalnya. Untungnya, tamu tak dikenal tadi tidak berbahaya. Arka berniat akan menceritakan kejadian ini kepada Ibu ketika Ibu pulang nanti.
Tidak lama setelah itu Ibu pun pulang. “Ibu,akhirnya pulang juga!” seru Arka. Ibu terheran-heran melihat anaknya berlari menghampirinya.  Arka pun bercerita apa yang telah terjadi tadi. Ibu tertawa mendengar cerita Arka, Ibu menjadi geli sendiri karena Arka bercerita terlalu bersemangat dan menggebu-gebu. “Sudahlah,lebih baik kamu bantu Ibu dulu membawa belanjaan ini ke dalam rumah” ujar Ibu.
Arka pun membantu Ibu sampai selesai. Saat sudah selesai, Ibu menyuruh Arka untung duduk di ruang tamu. “Sini Ka, Ibu mau bicara” ujar Ibu. Arka duduk disamping Ibu. “Semoga Arka bisa mengambil pelajaran dari kejadian tadi, saat Ibu pergi tadi berarti Ibu percaya dengan Arka untuk menjaga rumah. Oleh karena itu, Arka harus waspada” kata Ibu. “Baik Bu” angguk Arka.
“Oh iya, Arka juga tidak perlu takut atau menjauhi Kak Lala,justru orang seperti itu butuh dukungan dari sekitarnya untuk sembuh dari penyakitnya” kata Ibu. “Sembuh? Memang bisa Bu? “ tanya Arka. “Tentu, biasanya orang terapi itu diterapi oleh psikolog. Psikolog itu orag yang bisa membantu dalam masalah kejiwaan” kata Ibu. “Wah sepertinya Arka berminat Bu menjadi psikolog!” seru Arka. “Baiklah, kalau begitu belajarlah yang rajin ya nak” ujar Ibu. Lalu mereka pun berpelukan.

-TAMAT-